19 - Mei - 2007 pada 6:55 am (Tak Berkategori)
Siapa yang berani jamin kalo hidup di desa pasti lebih enak suasana dan masyarakatnya dibandingkan dengan di kota ato di perkampungan? di Film2 ato menurut cerita para tetua, hidup di desa itu sangat enak dengan masyarakat yang sangat bersahabat dan saling tolong, udara yang segar dan sejuk jauh dari polusi. Sedangkan hidup di kota itu orangnya serba individu dan ga enak banget. Tetapi benarkah demikian? Aku berani bilang ga semuanya itu benar.
Hidup di desapun juga terdapat banyak problem dengan masyarakat dan lingkungan mereka. Tidak mudah untuk bersosialisasi dan hidup bermasyarakat, karena setiap orang memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda. Hal inilah yang menjadi salah satu permasalahan hidup di desa. Pada umumnya masyarakat desa sangat perasa, sehingga kalo kita sampai berbuat yang menyinggung perasaan seseorang kita bisa dikucilkan dari masyarakat dan disingkirkan.
Bukan hanya itu saja, karena kedekatan mereka satu sama lain hampir semua hal itu sangat mudah dan cepat menyebar. Sampai dengan masalah kehidupan pribadipun bisa menyebar dengan mudah dan cepat dari mulut ke mulut. Padahal itu kan bukan konsumsi publik. Bandingkan dengan hidup di kota, pasti tetangga ga akan ambil pusing dan cuek aza asal kita ga mengganggu mereka.
Sedangkan hidup di kampung rata-rata timbul banyak masalah, yang cekcok dengan tetangga, berebut lahan, muter musik terlalu kenceng, ngomong terlalu keras sampai mengganggu tetangga dan masalah-masalah lain. Terus kira-kira apa enaknya hidup di perkampungan? Tentunya banyak teman yang ramah dan baik dengan kita (asal kita juga baik dengan mereka).
Terus apa enaknya hidup di kota untuk masalah masyarakat. Tentunya kita memiliki kebebasan pribadi yang sangat tinggi. Dampaknya adalah tetangga kurang perhatian dengan tetangga yang lain. Seandainya kita membutuhkan bantuan dari mereka akan merasa agak kesulitan. Hal itu mungkin karena kita belum kenal dengan tetangga kita tsb. Ga akan ada tetangga yang mencampuri urusan pribadi kita.
1 Komentar
19 - Mei - 2007 pada 6:17 am (CurHat)
Bagaimana rasanya jika kamu dikianati oleh seseorang yang kamu cintai? Aku tahu, aku juga pernah merasakannya. Tidak perlu digambarkan, karena sangat sulit hanya bisa dirasakan saja. Sulit menggambarkan suatu amarah, jika aku harus menggambarkan bagaimana perasaanku ketika aku sangat marah, ya…. gimana ya??? Vokoke gitu lah.
Ketika aku masih kuliah , aku mempunyai seorang pacar dan kita belum lama jadian. Pastilah masing-masing dari kita mempunyai latar belakang yang berbeda (dalam hal berpacaran). Kebetulan kita berdua sudah pernah berpacaran, jadi kita sama-sama memiliki mantan pacar. Kita sudah membuat suatu kesepakatan, kita boleh bertemu dengan mantan kita aslalkan kita meminta izin dan kalo mo ketemuan harus kita berdua, ga boleh ketemuan sendiri(untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan).
Kebetulan ada libur panjang, shingga aku bisa mudik ke kampung halaman, nah si pacarku ini kebetulan ga mudik karena ada kegiatan kampus(kita berbeda kampus). Liburan aku manfaatkan untuk bekerja mencari uang dari pagi jam 9:00 sampai jam 22:00. Aku mempunyai keinginan untuk bisa membelikan sesuatu bagi orang yang kucintai dari hasil keringatku sendiri. Kira-kira 1 minggu aku bekerja seperti itu, setiap hari masuk, sehari makan cuman 2 kali dengan gaji rata-rata Rp 20.000 per hari (besar ato kecil)??? Setelah aku kumpulkan selama 1 Minggu, jadi cukup untuk membeli sesuatu.
Tetapi tiba-tiba ada suatu hal yang sangat mengejutkanku, teman kost pacarku sms ke aku dan mereka cerita kalo pacarku sering keluar berdua dengan mantannya. Aku langsung lemas dan ga tau harus berbuat apa. Uang yang sudah kukumpulkan ingin rasanya kuberikan pada orang lain ato kubuang saja. Bayangkan coba kamu bekerja keras banting tulang bermandikan keringat, menahan rasa lapar, mengumpulkan uang yang sangat sedikit hanya ingin membelikan sesuatu bagi orang yang kamu sayangi dan berharap barang yang tak berharga itu bisa berkesan dan diingat selamanya. Tetapi ketika kamu bekerja keras ternyata orang yang kamu cintai sedang bersenang-senang dengan mantan kekasihnya. Apa yang kamu rasakan? Dari sepenggal cerita ini pasti pembaca bisa sedikit merasakan apa yang saya rasakan saat itu. Kemana, dengan siapa aku harus berbagi perasaanku itu. Hanya seorang teman dan sahabat setiaku yang menemaniku dan dengan setia dia mendengarkan semua cerita dan keluh kesahku. Setidaknya di berharga bagiku karena mau aku ajak berbagi dan tanpa kusadari sebenarnya kehadirannya sangat berarti bagiku. Terima kasih sahabat sejatiku, memang benar teman adalah harta yang sangat berharga di dunia ini selain keluarga.
Tinggalkan sebuah Komentar
19 - Mei - 2007 pada 5:53 am (Pengalaman Pribadi)
Sulu aku berpikir itu hanya sekedar teori saja. Banyak orang yang bilang sperti itu, itu adalah suatu kata-kata yang umum. Aku ga percaya, paling kalo percya ya prosentasenya sangat sedikit. Tetapi setelah mengalami sendiri, aku baru menyadari bahwa teori itu adalah benar, yaitu PENGALAMAN ADALAH GURU YANG PALING BERHARGA.
Aku pernah jatuh cinta dan juga pernah patah hati ataupun ditolak cintaku. Jika aku tidak pernah mengalami mengungkapkan perasaan cintaku pada sesorang, sampai kapanpun aku hanya akan mengetahui teorinya saja. Tetapi karena aku telah mempraktekkannya, maka aku memiliki pengalaman yang sangat berharga bagiku.
Kenapa aku bilang pengalaman itu sangat berharga? Tanya pada dirimu sendiri aku yakin kamupasti tahu jawabannya.
Tinggalkan sebuah Komentar
19 - Mei - 2007 pada 5:35 am (Tentang Tagged)
Mungkin bagi sebagian orang masih asing dengan apa itu tagged. Tapi bagi sebagian orang yang sudah sering menggunakannya pastilah hal itu tidak asing lagi di telingan mereka. Terus apa bedanya dengan Friendster? Lho, kok…. dibandingin dengan Friendster sich? Emang ada hubungannya? Emang sebenarnya apa sich tagged itu?
Sebaiknya kamu coba dulu sebelum bertanya, masuk ke www.tagged.com
Tinggalkan sebuah Komentar
19 - Mei - 2007 pada 5:21 am (Informasi)
Ini adalah pusat layanan informasi, pengumuman dan pemberitahuan semua hal-hal yang dianggap penting, agak penting, kurang penting dan ga penting sama sekali. Diharapkan setiap pengunjung untuk melirik sebentar dan membaca sekilas dengan jelas seluruh isi pengumuman ini (ini namanya ga baca sekilas dodol!!!) Karena mungkin penting bagi Kamu, padahal ga penting bagiku. Hal itu sangat mungkin dan sangat bisa terjadi sungguh-sungguh.
Tinggalkan sebuah Komentar
16 - Mei - 2007 pada 5:06 am (ngObrol Umum)
Berbanggalah dengan hasil karayamu sendiri. Jangan bangga kalo kamu berkarya tapi karyamu itu mengambil atao menjiplak dari orang lain. Meskipun kurang bagus menurutmu tetapi kamu akan mendapatkan suatu kebanggaan tersendiri terhadap hasil karyamu jika itu memenag benar-benar murni hasil karya sendiri. Mungkin kalo kita menggunakan ato mengadopsi hasil karya orang lain hendaknya kita mencantumkan siapa pembuatnya
Tinggalkan sebuah Komentar
16 - Mei - 2007 pada 4:34 am (Tentang Friendster)
Di siniliah kita mengupas tuntas(bukan kupas bintang / KuTang) tentang friendster agar semua teman kita jadi lebih ngerti dan tahu lebih tentang friendster. Marilah kita berbagi ilmu demi kemajuan kita bersama….
1 Komentar
15 - Mei - 2007 pada 4:56 am (ngObrolin Wanita)
Di sini kita bebas ngomongin makhluk yang namanya Wanita, tetapi mohon untuk tetap menjaga etika bahasa untuk tidak saling menyakiti. Karena kita sesama jomblo bahagia dan di sini kita mencari kebahagiaan, berbagi kebahagiaan bersama. Bukan untuk saling menyakiti dan menghina satu sama lain.
Salam,
Jo2ba crew
Tinggalkan sebuah Komentar
15 - Mei - 2007 pada 4:54 am (ngObrolin Lelaki)
Di sini kita bebas ngomongin makhluk yang namanya Lelaki, tetapi mohon untuk tetap menjaga etika bahasa untuk tidak saling menyakiti. Karena kita sesama jomblo bahagia dan di sini kita mencari kebahagiaan, berbagi kebahagiaan bersama. Bukan untuk saling menyakiti dan menghina satu sama lain.
Salam,
Jo2ba crew
Tinggalkan sebuah Komentar
15 - Mei - 2007 pada 4:47 am (Obrolan)
Semuanya aza yang pengen ngobrol, ngobrolin tentang apa aza ya di sini tempatnya. Mari kita mengobrol bersama-sama….
Tinggalkan sebuah Komentar