Di Qyanati

Bagaimana rasanya jika kamu dikianati oleh seseorang yang kamu cintai? Aku tahu, aku juga pernah merasakannya. Tidak perlu digambarkan, karena sangat sulit hanya bisa dirasakan saja. Sulit menggambarkan suatu amarah, jika aku harus menggambarkan bagaimana perasaanku ketika aku sangat marah, ya…. gimana ya??? Vokoke gitu lah.
Ketika aku masih kuliah , aku mempunyai seorang pacar dan kita belum lama jadian. Pastilah masing-masing dari kita mempunyai latar belakang yang berbeda (dalam hal berpacaran). Kebetulan kita berdua sudah pernah berpacaran, jadi kita sama-sama memiliki mantan pacar. Kita sudah membuat suatu kesepakatan, kita boleh bertemu dengan mantan kita aslalkan kita meminta izin dan kalo mo ketemuan harus kita berdua, ga boleh ketemuan sendiri(untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan).
Kebetulan ada libur panjang, shingga aku bisa mudik ke kampung halaman, nah si pacarku ini kebetulan ga mudik karena ada kegiatan kampus(kita berbeda kampus). Liburan aku manfaatkan untuk bekerja mencari uang dari pagi jam 9:00 sampai jam 22:00. Aku mempunyai keinginan untuk bisa membelikan sesuatu bagi orang yang kucintai dari hasil keringatku sendiri. Kira-kira 1 minggu aku bekerja seperti itu, setiap hari masuk, sehari makan cuman 2 kali dengan gaji rata-rata Rp 20.000 per hari (besar ato kecil)??? Setelah aku kumpulkan selama 1 Minggu, jadi cukup untuk membeli sesuatu.
Tetapi tiba-tiba ada suatu hal yang sangat mengejutkanku, teman kost pacarku sms ke aku dan mereka cerita kalo pacarku sering keluar berdua dengan mantannya. Aku langsung lemas dan ga tau harus berbuat apa. Uang yang sudah kukumpulkan ingin rasanya kuberikan pada orang lain ato kubuang saja. Bayangkan coba kamu bekerja keras banting tulang bermandikan keringat, menahan rasa lapar, mengumpulkan uang yang sangat sedikit hanya ingin membelikan sesuatu bagi orang yang kamu sayangi dan berharap barang yang tak berharga itu bisa berkesan dan diingat selamanya. Tetapi ketika kamu bekerja keras ternyata orang yang kamu cintai sedang bersenang-senang dengan mantan kekasihnya. Apa yang kamu rasakan? Dari sepenggal cerita ini pasti pembaca bisa sedikit merasakan apa yang saya rasakan saat itu. Kemana, dengan siapa aku harus berbagi perasaanku itu. Hanya seorang teman dan sahabat setiaku yang menemaniku dan dengan setia dia mendengarkan semua cerita dan keluh kesahku. Setidaknya di berharga bagiku karena mau aku ajak berbagi dan tanpa kusadari sebenarnya kehadirannya sangat berarti bagiku. Terima kasih sahabat sejatiku, memang benar teman adalah harta yang sangat berharga di dunia ini selain keluarga.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.